HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN IKTERIK PADA BAYI

Dwi Christina Rahayuningrum, Veolina Irman, Emira Apriyeni

Abstract


ABSTRAK

 

Ikterik merupakan masalah pada bayi baru lahir yang sering dihadapi. Sekitar 25% - 50% bayi baru lahir menderita ikterik pada minggu pertama. Data dari rekam medis Rumah Sakit Umum Mayjen H. A Thalib Kabupaten Kerinci, kejadian ikterik meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor penyebab ikterik pada bayi kurangnya pengetahuan ibu dalam perawatan bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian ikterik pada bayi di Ruangan Perinatologi Rumah Sakit Umum Mayjen H. A Thalib Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian analitik dengan Cross Sectional Study. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Populasi penelitian seluruh ibu yang mempunyai bayi yang dirawat di Ruangan Perinatologi sebanyak 157 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling, yaitu 53 responden. Analisa univariat untuk menjelaskan karakteristik variabel penelitian dan analisa bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian kurang dari separuh (49.1 %) bayi mengalami ikterik, sebagian bedar ibu (83.0 %) memiliki pengetahuan rendah. Uji bivariat menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian ikterik, p-value = 0.024 (p < 0.05) dengan OR 10.526. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan ibu yang memiliki tingkat pengetahuan rendah mempunyai risiko 10.526 kali untuk terjadi ikterik pada bayinya. Disarankan kepada petugas kesehatan di ruang perinatologi, agar petugas kesehatan melakukan antisipasi dan deteksi dini pada bayi baru lahir yang bermasalah untuk mencegah terjadinya ikterus neonatorum.

Kata Kunci      :  Tingkat Pengetahuan, Ikterik, Neonatal, Perinatologi

 

ABSTRACT

Jaundice is a problem in newborns that is often faced. About 25% - 50% of newborns suffer from jaundice in the first week. Data from the medical records of Mayjen H. A Thalib General Hospital, Kerinci Regency, shows that the incidence of icteric increases every year. One of the factors causing jaundice in infants is the lack of knowledge of mothers in infant care. The research objective was to determine the relationship between the level of mother's knowledge and the incidence of icteric in infants in the Perinatology Room of the General Hospital of Mayjen H. A Thalib, Kerinci Regency. This type of analytic research with a Cross Sectional Study. The study was conducted in July 2018. The study population of all mothers who had babies who were treated in the Perinatology Room was 157 people. Sampling technique accidental sampling, namely 53 respondents. Univariate analysis to explain the characteristics of research variables and bivariate analysis using the Chi Square test. The results showed that less than half (49.1%) of infants had jaundice, some mothers (83.0%) had low knowledge. The bivariate test showed that there was a relationship between the level of maternal knowledge and the incidence of icteric, p-value = 0.024 (p <0.05) with an OR of 10.526. Based on the research, it can be concluded that mothers who have a low level of knowledge have 10,526 times the risk of developing icteric in their babies. It is recommended to health workers in the perinatology room that health workers anticipate and detect early newborns with problems to prevent neonatal jaundice.

Keyword : Knowledge level, Jaundice, Neonatal, Perinatology


Full Text:

PDF

References


Ali et al. 2012. Icterus Neonatorum in Near-Term and term Infants. SQU Medical Journal, 12 (2): 153-160.

Arikunto. 2006. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Batabyal. 2016. Neonatal Jaundice-A Review. International Journal of Research and Development in Pharmacy and Life Sciences. 5(4). 2198-2200.

Budiman. 2013. Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika pp 66-69.

Depkes RI. 2012. Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Depkes RI

Dewi. 2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.

Faridah. 2010. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku perawatan bayi ikterus neonatorum di Rsud Dr. Harjono Ponorogo. Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

Fitriani. 2012. Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang ikterik neonatorum di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie. Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan U’Budiyah Indonesia. Banda Aceh.

Hidayat. 2007. Riset Keperawatan Dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika

Jejeh. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: TIM.

Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Kemenkes R1. 2015. Profil Kesehatan Indonesia. Terdapat dalam http://www.kemenkes.go.id diakses tanggal 13 April 2018.

Notoatmodjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Nursalam. 2011. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Muslihatum. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitramaya.

Myles. 2009. Buku Ajar Bidan. Edisi 14. Jakarta: EGC.

Rini. 2013. Analisis faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian ikterik di Ruang Cenderawasih RSUD DR. Soetomo. Program Studi Pendidikan Bidan. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya

Riskesdas. 2013. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Riskesdas Nasional. Jakarta: Depkes RI

Saifuddin. 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwano Prawirohardjo.

Vivian. 2014. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta: Salemba Medika.

WHO. 2015. Breastfeeding Counselling: A training Course, p. WHO/CDR/93.4

Wijayaningsih. 2013. Perawatan Bayi Baru Lahir, Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta: EGC


Article Metrics

Abstract view : 187 times
PDF - 182 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.