KAJIAN KUALITAS AIR LIMBAH PENAMBANGAN EMAS SEBAGAI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI)

Gusliani Eka Putri, Wiya Elsa Fitri, Eliza Arman, Shelvy Haria Roza

Abstract


Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dapat merusak lingkungan karena proses penambangan skala kecil mengeluarkan limbah merkuri dengan kadar yang tinggi ke perairan sebab para penambang menggunakan metoda amalgamasi dalam proses pendulanagan emas. Penggunaan amalgamator raksa dalam proses pendulangan emas mengahsilkan limbah merkuri yang tinggi akan tetapi perolehan emas sedikit. Hal ini tentu akan berakibat buruk pada lingkungan dan masyarakat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel penelitian di dapatkan di kawasan penambangan emas di Desa Talakiak, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Dalam penelitian dianalisa kualitas alir limbah dengan parameter kekeruhan, zat padat terlarut, zat tersuspensi, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), DO (Dissolved Oxygen) dan kadar Merkuri (Hg). Hasil parameter tersebut menunjukkan kekeruhan, zat padat terlarut, zat tersuspensi, BOD, COD, DO yang tinggi pada semua titik sampel. Hasil tersebut menunjukan bahwa kualitas air lembah penambangan sudah tercemar. Hasil tersebut diperkuat dengan uji kandungan merkuri tiap sampel juga diatas ambang batas toleransi kadar merkuri dalam air yaitu 0,001 mg/L.


Kata Kunci : Kadar Merkuri (Hg), penambangan emas, parameter kimia


Full Text:

PDF

References


Hartono, Wahyu. 2008. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kadar Merkuri dalam Rambut pada Pekerja Laboratorium di Balai Laboratorium Kesehatan Bandar Lampung Tahun.

Tesis FKM UI: Depok.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 23, 2008. Tentang Pedoman Teknis Pencegahan Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup akibat pertambangan emas rakyat.

Risher, J.F., Murray H.E., and Price G.R., (2012). Organic Marcury Compounds: Human Exposure and its Relevance to Public Health.

Journal of Toxicology and Industrial Health. 2012. Vol. 18. No. 3: 109-160 Veiga, M.M., Nunes, D., Klein, B., Shandro, J.A.,Velasquez,

P. C., and Sousa, R.N. (2009).Mill Leaching: a Viable Substitute for Mercury Amalgamation in the Artisanal Gold Mining Sector. Journal of Cleaner Production, 17(2009) 1373-1381

Sippl, K. (2015). Private and Civil Society Governors of Mercury Jurnal Kesehatan Medika Saintika Volume7, Nomor 1, Juni 2016

Pollution from Artisanal and Small-Scale Gold Mining: a Network Analytic Approach. The Extractive Industries and Society, 2(2015), 198-208

Lestari, Trilianty. 2010. Faktor-Faktor yang berhubungan denga keracunan Merkuri (Hg) pada Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantasn tengah. Semarang Suprihanto Notodarmojo.Pencemaran Tanah dan Air Tanah. PenerbitIntitut Teknologi Bandung, 2005

Antonovich, V.P & Bezlutskaya, I. V., 2006. Specialization of Mercury inEnvironmental Samples. Journal of Analytical Chemistry .51:10




DOI: http://dx.doi.org/10.30633/781220162017%25p1

Article Metrics

Abstract view : 396 times
PDF - 282 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN : 2540-9611
p-ISSN : 2087-8508


Publish by Stikes Syedza Saintika Padang (Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang)

Contact Person :

Ns. Dwi Christina Rahayuningrum, M.Kep
Editor In Chief
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
STIKes SYEDZA Saintika Padang

Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat


Phone: 085278097999
Email: lppmsyedza@gmail.com


Google Schoolar Crossref logo   Sinta Citefactor Portal Garuda


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Flag Counter