ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA BARU SEMERAH KECAMATAN SITINJAU LAUT KABUPATEN KERINCI

Wiya Elsa Fitri, Gusliani Eka Putri

Abstract


Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan menyediakan failitas sanitasi dasar di masyarakat,salah satunya Jamban. Rendahnya tingakat kepemilikan jamban di Kabupaten Kerinci (60%) terutama di Desa Baru Semerah yang memiliki tingkat kepemilkan jamban terendah dengan tingakt kejadian diare Balita tertinggi akibat sanitasi yang buruk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan Jamban di Desa Baru Semerah Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara simple random sampling, didapatkan sampel sebesar
76 kepala keluarga dan dilakukan pada Bulan Agustus hingga September 2015.dari hasil penelitian diperoleh hasil lebih dari separoh responden (77,6%) tidak memiliki jamban. Sebagian besar responden 80,3% memiliki penghasilan rendah, sebanyak 73,9% memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai jamban sehat, 55,3% sikap yang negatif terhadap penggunaan jamban, 73,7 % menyatakan petugas tidak berperan, 53,95% ketersediaan air bersih yang tidak baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara penghasilan kepala keluarga dengan kepemilikan jamban p-value 0,00, Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepemilikan jamban p-value0,013, Ada hubungan yang bermakna sikap dengan kepemilikan jamban p-value 0,00, ada hubungan yang bermakna antara peran petugas dengan kepemilikan jamban p-value 0,01 dan hubungan yang bermakna antara ketersediaan air bersih dengan kepemilikan jamban p-value 0,01.

Keywords: Kepemilikan Jamban, penghasilan, pengetahuan, sikap, peran petugas, ketersediaan air bersih, sanitasi


Full Text:

PDF

References


Betlinizar. 2006. Faktor Resiko Kejadian Filariasis di Wilayah Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kab. Agam. Diakses dari http://agam.ac.id pada tanggal 23 September 2015.

Departemen Kesehatan RI. 2015. Epidemiologi Filariasis. Diakses dari http:// Bitjen P2 & PL pada tanggal 26 Oktober

Depkes RI. 2015. Data Statistik Penyakit Menular. Diakses dari http://depkesri.ac.id pada tanggal 14 Oktober 2015.

Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar. 2015. Laporan P2P. Diakses dari http://laporan p2p.ac.id pada tanggal 1 Desember 2015.

Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar. 2014. Laporan Tahunan Penyakit Menular. Diakses dari http://dinkessumbar.ac.id pada tanggal 24 Oktober 2015.

Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. 2015. Data Penyakit Menular Kabupaten Agam. Diakses dari http://dinkesagam.ac.id pada tanggal 13 Desember 2015.

Ditjen P2 & PL Depkes RI. 2008. Epidemiologi Filariasis. Jakarta: EGC

Dirjen P2 & RL Depkes RI. 2008.Pedoman Eliminasi Filariasis di Indonesia. Jakarta: EGC.

Ditjen P2 PL Depkes RI. 2009. Mengenal Filariasis (Penyakit Kaki Gajah). Jakarta: EGC. Ditjen P2 & PL Depkes RI. 2009. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Klinis Filariasis. Jakarta: EGC.

Faisalado, Candra Widyanto. 2013. Trend Penyakit Saat Ini. Jakarta: EGC.

Gandahusada. 2004. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Fakultas Kedokteran Indonesia.

Haryadi. 2009. Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Filariasis Di Puskesmas Jatiluhur. Diakses dari http://pustakaunpad.ac.id pada tanggal 17 Maret 2016.

Juli, Soemirat. 2008. Kesehatan Lingkungan. Bandung: UGM. Laporan Tahunan P2 Filatiasis. 2015.

Puskesmas Tiku.

Mahmud. 2010. Hubungan Perilaku Dengan Kejadian Filariasis Di Puskesmas Kediri. Diakses dari http://pustakaugm.ac.id pada tanggal 13 Maret 2016.

Mukono. 2010. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Universitas Airlangga.

Ningsih, Kurnia. 2011. Gambaran

Pengetahuan Dan Kondisi Lingkungan Pasien Filariasis di Puskesmas Jatinegara. Diakses dari http://komunitaskep.ac.id pada tanggal 15 Maret 2016.

Notoatmodjo. 2011. Konsep Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Putra. 2009. Hubungan Kondisi lingkungan Dengan Kejadian Filariasis Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatisari. Diakses dari http://unpad.ac.id pada tanggal 16 Maret 2016.51 Volume7, Nomor 1, Juni 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508

Retna. 2010. Hubungan Perilaku Dengan Kejadian Filariasis Di Desa Sukoharjo. Diakses dari http://komunitas.ac.id pada tanggal 18 Maret 2016.

Sadikin, Hasan. 2009. Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Filariasis di Puskesmas Mangkang. Diakses dari http://pustaka.ui.ac.id pada tanggal 16 Maret 2016.

Strickland, G. Thomas. 2007. Huntyer’s Tropical Medicine and Emerging Infectious Discase. W.B. Sounder Company, Pennsylvania.

Sutonto, Inge. 2008. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Balai Penerbit UI.

Tjokonegoro. 2006. Patologi dan Gejala Klinis. Jakarta: EGC. Widoyono. 2011. Parasitologi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Widoyono. 2005. Penyakit Tropis. Erlangga: Semarang.

Zulkomi, Akhsin. 2011. Parasitologi. Yogyakarta: Nuha Medika




DOI: http://dx.doi.org/10.30633/781220162017%25p1

Article Metrics

Abstract view : 603 times
PDF - 717 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN : 2540-9611
p-ISSN : 2087-8508


Publish by Stikes Syedza Saintika Padang (Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang)

Contact Person :

Ns. Dwi Christina Rahayuningrum, M.Kep
Editor In Chief
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
STIKes SYEDZA Saintika Padang

Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat


Phone: 085278097999
Email: lppmsyedza@gmail.com


Google Schoolar Crossref logo   Sinta Citefactor Portal Garuda


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Flag Counter