HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF-CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KOMPLIKASI KETOASIDOSIS DIABETIKUM (DKA)

Roza Marlinda, Dwi Cristina Rahayu Ningrum, Vino Rika Nofia, Eliza Trisnadewi

Abstract


Ketoasidosis diabetikum merupakan komplikasi yang diakibatkan oleh DM tipe II yang sangat mengancam jiwa dan tentunya akan mempengaruhi kehidupan penderitanya, tetapi ada sebuah teori yang mengatakan bahwa semua itu dapat di kontrol yaitu dengan Self Care. Penderita Diabetes Melitus tipe II dapat melakukan pengontrolan Diabetes Melitusnya, dengan Self care. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ketoasidosis diabetikum di Poliklinik Penyakit dalam RSUD Solok Selatan pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriktif analitik dengan menggunakan rancangan  cross sectional study yang dilaksanakan pada tanggal 20-27 September 2020 di polliklinik penyakit dalam RSUD Solok Selatan. Pada penelitian ini yang menjadi populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang pernah dirawat dengan diagnosa ketoasidosis diabetikum dengan  jumlah sample adalah 63 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengolahan data dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan Lebih dari separoh (61,9%) dengan self care kurang baik, Lebih dari separoh (57,1%) dengan dukungan keluarga kurang baik. Ada hubungan dukungan keluarga dengan self care pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ketoasidosis diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD  Solok Selatan. Kesimpulan adanya ada hubungan dukungan keluarga dengan self care pada pasien Diabetes Melitus tipe II post rawatan dengan ketoasidosis diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD  Solok Selatan. Saran diharapan pasien memiliki self care yng baik untuk teratur menjalani pengobatan agar gula darah stabil sehingga terhindar dari ketoasidosis diabetikum dan dukungan keluarga yang lebih tinggi agar memiliki keyakinan untuk sembuh lebih kuat dan lebih optimis lagi, sehingga pasien diabetes mellitus memiliki semangat untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik  dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci: Diabetes Melitus, dukungan keluarga, self-care


Full Text:

PDF

References


Abrahim, Mehammedsrage. 2011. A Systematic Literature Review on Factors Contributing to Self-Care among Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Journal School of Health and Caring Science.

American Diabetes Association. 2010. Standards of Medical Care in diabetes. Diabetes Care. 33 (1), 11-61.

Arikunto, (2002). Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta .

Aziz Alimun Hidayat. 2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta Salemba Medika.

Bustan. 2007. Epidemiologi penyakit tidak menular. Jakarta : Rineka Cipta.

Dwi, dkk. 2013. Perilaku Self-Management Pasien Diabetes Melitus (DM). Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Friedman, M. M, Bowden, D, & Jones. 2002. Buku Ajar Keperawatn keluarga Riset, Teori dan Praktik. Jakarta : EGC.

Hasdianah. 2012. Mengenal Diabetes Melitus pada Orang Dewasa dan Anak- anak dengan Solusi Herbal. Yogyakarta : Nuhamedika.

Isworo, Saryono. 2010. Hubungan Depresi dan Dukungan Keluarga Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Sragen. Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskedas). Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI

Kusniawati. 2011. Analisis Faktor Yang Berkonstribusi Terhadap Self Care Diabetes Pada Klien Diabetes melitus Tipe II di Rumah sakit Umum Tanggerang. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Kusuma. 2011. Hubungan Antara Depresi dan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien HIV/ AIDS yang Menjalani Perawatan Di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Thesis.

Notoadmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

. 2007. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta.

. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

.2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Novitasari, Retno. 2012. Diabetes melitus. Yogyakarta : Nuhamedika.

Nursalam, (2014). Managemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktek Keperawatan Profesi,edisi 4. Salemba Medika. Jakarta.

Riyanto, A. 2011. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Setiadi. 2007. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha ilmu.

Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8. Jakarta : EGC.

Soegondo, S. (2009). Panduan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Bagi Dokter dan Edukator Diabetes: Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta: Balai Pustaka FKUI.

Supriyadi. 2014. Statistik Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Tmara, Ervy. 2014. Hubungan Antara Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes melitus Tipe II di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Ilmu Keperawatan Universitas Riau.

Toobert J, et al. 2000. Sumarry Diabetes Self Care Activities. Page 948-949.

Trisnawati, SK dan Setyorogo, Soedijono. 2012. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1); Jan 2013.

WHO. (2014). Diabetes Melitus. WHO News: Fact Sheets. Diakses dari: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs138/en/ . Diakses pada tanggal 18 Maret 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.30633/jsm.v5i1.1500

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





Publish by Stikes Syedza Saintika Padang 

Contact Person:

Ns. Honesty Diana Morika, M.kep
Editor In Chief
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
STIKes SYEDZA Saintika Padang

Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat


Phone: 082384992512
Email: lppmsyedza@gmail.com


Google Schoolar