FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH

Hasrinal Hasrinal, Engla Sulistia, Harry Firstiandi, Ika Yulia Darma

Abstract


Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian neonatal. BBLR didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Berdasarkan data RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh, kasus BBLR masih ditemukan setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan case control retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin periode Januari–Juni 2025 sebanyak 521 orang dengan sampel 156 responden yang terdiri dari 78 kasus dan 78 kontrol dengan perbandingan 1:1. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kejadian BBLR (p=0,000) dan terdapat hubungan antara riwayat penyakit kronis dengan kejadian BBLR (p=0,046) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian BBLR (p=0,133). Kesimpulan: status pekerjaan dan riwayat penyakit kronis merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR.

Kata kunci: BBLR, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Penyakit Kronis


Full Text:

PDF

References


Arifin, S., & Wahyuni, T. (2021). Maternal risk factors associated with low birth weight in Indonesia. Indonesian Journal of Public Health, 16(2), 89–97.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jambi Tahun 2023. Jambi: Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kramer, M. S. (2016). Determinants of low birth weight: Methodological assessment and meta-analysis. Bulletin of the World Health Organization, 94(6), 399–408.

Lestari, P., & Handayani, S. (2020). Hubungan status pekerjaan ibu dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(2), 75–82.

Rahayu, A., Yulidasari, F., & Rahman, F. (2019). Maternal chronic diseases and low birth weight incidence. Journal of Maternal and Child Health, 4(3), 158–166.

Rahman, F., Yulidasari, F., & Setiawan, M. I. (2019). Work-related factors and pregnancy outcomes in developing countries. Journal of Maternal and Child Health, 4(4), 210–218.

Sari, N., & Fitriani, R. (2022). Determinan kejadian bayi berat lahir rendah di fasilitas kesehatan tingkat rujukan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(1), 34–42.

United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2022). Low Birthweight Estimates: Levels and Trends 2022. New York: UNICEF.

World Health Organization. (2023). Global Health Observatory Data: Low Birth Weight. Geneva: World Health Organization.




DOI: http://dx.doi.org/10.30633/jsm.v8i2.30825

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
Published by Stikes Syedza Saintika Padang 

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, STIKes SYEDZA Saintika Padang

Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat

Phone: 082384992512
Email: lppmsyedza@gmail.com


  

View My Stats