GAMBARAN PEMANFAATAN JUS JAMBU BIJI SEBAGAI DUKUNGAN NUTRISI PADA PENANGANAN LUKA SAAT BENCANA ALAM
Abstract
Latar Belakang: Bencana alam dapat menyebabkan berbagai jenis cedera dan luka jaringan serta mengganggu akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, obat-obatan, dan makanan bergizi. Dalam kondisi krisis, pemanfaatan sumber pangan lokal yang mudah diperoleh dapat menjadi salah satu komponen pendukung ketahanan kesehatan masyarakat. Penelitian eksperimental praklinis sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian jus jambu biji (Psidium guajava) berhubungan dengan perubahan histopatologi penyembuhan luka, terutama peningkatan makrofag, fibroblas, dan pembentukan serabut kolagen. Namun, tingkat pemahaman serta kesiapan masyarakat terhadap konsep ini belum terevaluasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat mengenai pemanfaatan jus jambu biji sebagai dukungan nutrisi dalam penanganan luka pada situasi bencana alam.
Metode: Penelitian kuantitatif observational dengan desain cross-sectional dilakukan di Kelurahan Ikur Koto, Kota Padang. Responden adalah masyarakat dewasa berusia ≥18 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling (n = 110). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik demografis, pengetahuan nutrisi dan penyembuhan luka, sikap terhadap pangan lokal, praktik pemanfaatan, serta kesiapsiagaan bencana. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi-Square dan korelasi Spearman). Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan sedang (48,2%) dan tinggi (33,6%), sikap positif/baik (68,2%), serta praktik pemanfaatan pangan lokal sedang (54,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap (p = 0,002), pengetahuan dengan praktik (p = 0,008), serta pengalaman pelatihan kebencanaan dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat (p = 0,000; r = 0,421). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat. Edukasi kesehatan berbasis masyarakat berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan dan penerimaan pemanfaatan pangan lokal sebagai dukungan nutrisi suportif tanpa mengabaikan penatalaksanaan medis standar.
Kata kunci: bencana alam, jus jambu biji, pengetahuan, sikap, praktik, dukungan nutrisi, penyembuhan luka.
Full Text:
PDFReferences
Bechara, N., Flood, V. M., & Gunton, J. E. (2022). A Systematic Review on the Role of Vitamin C in Tissue Healing. Antioxidants, 11(8), 1–12. https://doi.org/10.3390/antiox11081605
Bilal, K., Mehboob, F., Akhtar, N., Mirza, I. A., Okla, M. K., Dar, M. J., Saleh, I. A., Zomot, N., & Fatima, H. (2024). Wound healing, antioxidant and antibacterial activities of polyphenols of Psidium guajava L. leaves. South African Journal of Botany, 165, 538–551. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2023.12.026
Fleischhacker, S., Colón-Ramos, U., Haynes-Maslow, L., & Clay, L. (2024). Position of the Society for Nutrition Education and Behavior: The Importance of Emergency-Related Food and Nutrition Education Before, During, and After a Disaster. Journal of Nutrition Education and Behavior, 56(7), 419–427. https://doi.org/10.1016/j.jneb.2024.04.008
Gunton, J. E., Girgis, C. M., Lau, T., Vicaretti, M., Begg, L., & Flood, V. (2021). Vitamin C improves healing of foot ulcers: A randomised, double-blind, placebo-controlled trial. British Journal of Nutrition, 126(10), 1451–1458. https://doi.org/10.1017/S0007114520003815
Hargono, A., Artanti, K. D., Astutik, E., Widodo, P. P., Trisnawati, A. N., Wardani, D. K., & Lioni, E. (2023). Relationship between disaster awareness and disaster preparedness: online survey of the community in Indonesia. Journal of Public Health in Africa, 14(9), 1–8. https://doi.org/10.4081/jphia.2023.2376
Palmieri, B., Vadalà, M., & Laurino, C. (2019). Nutrition in wound healing: Investigation of the molecular mechanisms, a narrative review. Journal of Wound Care, 28(10), 683–693. https://doi.org/10.12968/jowc.2019.28.10.683
Pisalsitsakul, N., Pinnoi, C., Sutanthavibul, N., & Kamolratanakul, P. (2022). Taking 200 mg Vitamin C Three Times per Day Improved Extraction Socket Wound Healing Parameters: A Randomized Clinical Trial. International Journal of Dentistry, 2022, 2–7. https://doi.org/10.1155/2022/6437200
Saifudin, I. M. M. Y. (2023). Disaster Health Literacy, Risk Perception, and Preparedness towards Resilience in a Volcano-Prone Community: A Cross-sectional Study in Yogyakarta, Indonesia. Journal of Community Empowerment for Health, 6(3), 154. https://doi.org/10.22146/jcoemph.86343
Seth, I., Lim, B., Cevik, J., Gracias, D., Chua, M., Kenney, P. S., Rozen, W. M., & Cuomo, R. (2024). Impact of nutrition on skin wound healing and aesthetic outcomes: A comprehensive narrative review. JPRAS Open, 39, 291–302. https://doi.org/10.1016/j.jpra.2024.01.006
World Health Organization. (2021). Research methods for health emergency and disaster risk management.
World Health Organization. (2022). WHO_guidance_research_methods_health_emergency_and_disaster_2022.
DOI: http://dx.doi.org/10.30633/jsm.v8i1.31190
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
Published by Stikes Syedza Saintika Padang
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, STIKes SYEDZA Saintika Padang
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Phone: 082384992512
Email: lppmsyedza@gmail.com
View My Stats


.png)


.png)
